Suatu Siang di Kedai Filosofi Kopi Blok M Jakarta

Jujur saja saya hanya melihat review film Filosofi Kopi, belum menonton filmnya apalagi membaca bukunya. Namun, saya tetap penasaran untuk mengunjungi dan tentu saja menikmati minuman di kedai yang merupakan perwujudan dari ide di dalam sebuah karya fiksi berjudul Filosofi Kopi ini. Saya pun berangkat ke kedai itu di suatu akhir pekan menjelang HUT ke-70 RI.

Saya dan seorang teman bertemu terlebih dahulu di Stasiun Sudirman. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan naik bus TransJakarta dengan tujuan Blok M. Keluar dari bus, barulah kami berjalan kaki sampai ke kedai Filosofi Kopi. Letaknya tak jauh dari Blok M Square.

Filosofi Kopi

Filosofi Kopi

Bagian luarnya terdiri dari kaca dengan berbagai tulisan berwarna putih. JIka berdiri agak jauh sambil mencermati bagian depan kedai ini, ada tulisan PENCERITA di kaca yang melebar itu. Saya pribadi senang memandanginya, tapi waktu itu cuaca cukup panas dan saja buru-buru masuk ke dalam kedai.

Bagian depan Filosofi Kopi

Bagian depan Filosofi Kopi

Waktu itu waktu menunjukkan pukul 11.30 siang, kedai baru saja dibuka. Antrean belum terlalu ramai seperti yang saya lihat di foto orang-orang yang sudah duluan ke sini. Para barista dan tempat membuat kopi dan minuman lain ada di bagian tengah, sedangkan meja dan kursi pengunjung ada di pinggir area tersebut.

Berbagai poster dan hiasan yang berkaitan dengan film serta kopi pun dipajang. Ada gambar cangkir dengan mata dan hidung yang khas seperti di film. Ada pula rak yang berisi aneka majalah dan buku yang menarik dibaca sambil menunggu pesanan datang. Tak lupa pula semacam suvenir bergambar Rio Dewanto dan Chicco Jerikho ada di sana. Suasananya benar-benar asyik untuk sekadar nongkrong dan bercengkerama bersama sahabat. Atau duduk sendirian sembari menyesap secangkir kopi hangat.

Untuk menunya cukup beragam. Ada kopi tiwus, lestari, cappucino, dll, terserah Anda ingin pesan hot atau ice. Tidak semua minuman mengandung kopi kok. Jadi yang tidak biasa minum kopi (salah satunya saya :D) bisa pesan minuman chocolate, red velvet, green tea dan beberapa pilihan lain. Makanan ringan pun ada untuk yang ingin sekadar cemal-cemil di kedai itu.

ice chocolate

ice chocolate

Saya sendiri pesan ice chocolate dan teman saya pesan kopi tiwus. Ice chocolate disajikan dengan botol bening yang cukup besar, sedangkan kopi tiwus di dalam sebuah cangkir hitam. Nah, kalau ingin minum air putih tinggal ambil gelas dan air di drinkable tap water di dekat meja barista.

Kalau diperhatikan, hampir semua orang yang datang kemari pasti foto-foto. Entah itu selfie, wefie atau memotret minuman yang mereka pesan. Kalau tidak percaya, datang saja langsung. hehe

Saya sendiri cukup menikmati berkunjung ke kedai ini. Para barista yang saya kira jutek, ternyata cukup ramah dan melayani para pengunjung dengan baik. Sayangnya waktu itu tidak ada Rio Dewanto, padahal saya cukup penasaran untuk bertemu langsung dengan bintang film yang kini berkumis tebal itu. Ya, mungkin lain kali…

Rio Dewanto, Atiqah Hasiholan dan antrian pengunjung yang mengular

Rio Dewanto, Atiqah Hasiholan dan antrian pengunjung yang mengular (@riodewanto28)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s