Pengalaman Naik Gojek di Jakarta

Kemacetan yang seringkali melanda Jakarta sudah bukan rahasia lagi. Berbagai cara dilakukan agar terhindar macet. Dari naik bus transjakarta, KRL, pulang di atas jam 22.00 bagi yang membawa mobil pribadi, serta naik ojek. Nah saya sebagai anak rantau yang tak membawa kendaraan pribadi ke Jakarta, tentunya mengandalkan alat transportasi umum seperti bus transjakarta, taksi dan ojek atau gojek.

Kalau lagi malas nunggu bus transjakarta terkadang saya naik ojek atau taksi. Tapi kedua transportasi itu seringkali bikin saya seperti bangkrut karena harganya mahal. Untungnya, pada suatu hari saya mendengar kalau ada Gojek yang tarifnya hanya Rp 10 ribu (sekarang udah naik Rp 15 ribu) sampai maksimal 25 km. Langsunglah saya mengunduh aplikasi tersebut.

Awalnya memang agak sulit menetapkan titik keberangkatan. Entahlah, mungkin karena internetnya agak lelet. Kemudian saya coba dengan menggeser peta sampai ke nama jalan yang dimaksud, bisa. Kemudian mulailah saya mencoba memesan gojek. Waktu itu saya akan berangkat dari Blok M menuju ke Buncit. Caranya cukup mudah. Begini langkah-langkah memesan gojek:

– Buka aplikasinya
image

– Pilih transport
image

– Masukkan alamat penjemputan dan tujuan
image

– Pilih metode pembayar, pick up now, submit deh!

Sekarang tinggal tunggu dapat driver. Nanti kalau sudah ada, Anda bisa telepon abangnya untuk lebih jelas minta dijemput di sebelah mana. Tapi nggak jarang juga abang Gojeknya yang telepon.

Kalau sudah ketemu, abang Gojek bakalan ngasih helm, masker sama penutup buat rambut. Setelah itu udah deh, tinggal cusss berangkat. Mudah bukan? Selamat mencoba~~~

Advertisements

Budiono Darsono dan Petty S Fatimah Berbagi Kisah Sukses di AkberJKT

Hari Sabtu (9/5/2015), kelas Akademi Berbagi Jakarta atau biasa disingkat AkberJKT kembali digelar. Kali ini temanya adalah Public Lecture, dengan pembicara CEO detikcom Budiono Darsono dan Editor in Chief & CCO Femina Magazine Petty S Fatimah. Acara ini berlangsung di kantor Microsoft Indonesia, BEI Tower, Jakarta.

Ini baru pertama kalinya saya datang di kelas Akber. Sebelumnya memang sudah tahu ada Akber sejak zaman masih kuliah di Semarang, tapi baru kali ini kesampean ikutan kelas. Ketika daftar saya sudah masuk waiting list, enggak heran sih, soalnya pembicaranya memang keren. Tapi kemudian masih ada slot buat saya ikutan 😀

(dari kiri ke kanan) Petty S Fatimah, Budiono Darsono, Ainun Chomsun dan Norman Sasono

(dari kiri ke kanan) Petty S Fatimah, Budiono Darsono, Ainun Chomsun dan Norman Sasono

Pembicara pertama adalah Budiono Darsono. Jujur saja, saya kagum dengan bapak yang satu ini. Sepak terjangnya di dalam dunia online sudah tidak diragukan lagi. Di bawah kepemimpinannya, detikcom menjadi pelopor media online dan hingga sekarang menjadi portal berita online nomor 1 di Indonesia.

Dalam kelas Akber kali ini, beliau membagikan kisah jatuh bangun mendirikan detikcom. Awalnya, ia membangun detikcom bersama tiga orang temannya, yaitu Yayan Sopyan, Abdul Rahman dan Didi Nugrahadi. Mereka benar-benar belajar membuat situs sendiri dari nol, dengan banyak membaca buku.

CEO detikcom Budiono Darsono di AkberJKT

CEO detikcom Budiono Darsono di AkberJKT

Pendiri detikcom

Nama-nama pendiri detikcom

Awalnya mereka membuka jasa pembuatan dan pengelolaan website untuk berbagai klien. Long story short, tercetus ide untuk membuat portal berita yang diberi nama detikcom. Apa yang membuat detikcom berbeda? Selain wujudnya bukan cetak, detikcom menyajikan berita dengan cepat, sangat up to date.

Ketika media online lain mengunggah berita 1 minggu sekali atau 1 hari sekali, detikcom bisa berkali-kali mengunggah berita dalam sehari. Tak lama setelah ada suatu kejadian, beritanya pun akan langsung bisa dibaca di detikcom, walaupun memang beritanya tergolong pendek-pendek.

Awalnya alat komunikasi yang digunakan untuk koordinasi dan menyampaikan berita adalah 4 buah HT. Dengan kegigihan Budiono Darsono dan teman-temannya mengejar serta menyajikan berita yang up to date, pembaca detikcom pun semakin banyak. Tak lama kemudian, ada perusahaan Intel yang memasang iklan di halaman detikcom. Dari sini, pemasukan bertambah dan detikcom bisa merekrut lebih banyak wartawan.

Seiring berjalannya waktu, detikcom pun terus berkembang hingga sekarang. Usai menceritakan kisah detikcom, Pak Budi membagikan poin penting dalam mengembangkan portal berita online, yaitu content, traffic dan revenue. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Content

Kuantitas konten harus terjaga. Semakin banyak konten, maka akan semakin banyak orang yang mengklik situs kita dalam sehari. Misalnya saja di detikcom, dalam sehari artikel yang dimuat bisa ratusan dari dari beberapa tema yang dikembangkan. Selain kuantitas, harus ada pula perbedaan kuat dengan media lain.

2. Traffic

Ada banyak cara untuk meningkatkan traffic sebuah situs. Sebaiknya sebuah situs didesain sedemikian rupa agar banyak orang yang tertarik untuk berkunjung. Misalnya dibuat kolom komen, forum, dll. Media sosial seperti FB, Twitter dan Instagram juga bisa dimanfaatkan untuk promosi situs yang Anda buat.

3. Revenue

Pendapatan media online biasanya diperoleh dari iklan. Jika traffic semakin tinggi, semakin banyak pihak yang ingin memasang iklan. Jika setiap membuka halaman portal berita online yang menjadi berat karena kebanyakan iklan, harap dimaklumi saja. Toh setelah iklannya ditutup, Anda bisa membaca berita gratis :))) . Selain iklan, bisa juga ada pemasukan lain dari program yang terlaksana dengan kerjasama sponsor.

Rame

Rame

Setelah Pak Budi selesai berbagi kisah, pembicara yang kedua yaitu Petty S Fatimah dari Femina lanjut bercerita tentang berbagai hal. Salah satunya adalah community development program. Ada riset yang harus dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi tren di masyarakat. Selain riset, bisa juga terjun langsung ke lapangan untuk mengecek langsung. Petty mengatakan bahwa apa yang terbaca di riset juga bisa berbeda dengan apa yang beredar di masyarakat. Inilah sedikit review Akber yang saya ikuti kemarin. Jika tertarik ikutan kelas-kelas akber berikutnya, silahkan pantau timeline @akademiberbagi di Twitter. See ya!

New Year, New Beginning

The new year has arrived. New chapter of life will begin. What do you usually do around December 31st until January 1st? The answers must be various.

For me, except working and not having any plan to celebrate new year’s eve with friends, I was thinking about what have I done in 2014, about my dream, about my journey. 2014 was really something to me.

Thank God, two of my big dreams came true in 2014. I am really grateful. I’m also glad to have such a supportive mom. I really love her.

And for my dad, I wish that he’s here with me, eat together, travel together, share each other’s story like we used to. But it’s impossible for now and that’s okay. We live in different world, he is in the heaven. It’s been 2 years since he’s gone. I miss him everyday, for the rest of my life.

I believe that 2015 will be a great year for everyone. Yes we can make new year resolutions, but it will be nothing if we don’t take any real actions. So, good luck for us and let’s have a great year ♡

wait…. I’m not done 😁

Somebody gave me a rose yesterday. He’s a protester. I’m just happened to be in Bundaran HI when he and his group was doing protest. haha

image

this is the rose

okay. I’m done.

The World of Words

It’s almost midnight. I am ready to sleep but I can’t stop thinking about making a new blog. I don’t know whether I’ll write continuously in this blog or not, but I do believe that everything that we make will be beneficial for our future. Writing is good. You can remembering your old days. Those good times, good memories. Photos are good, but a written story sounds good too.

I think that that first paragraph doesn’t make sense at all. I just write what I want. I let my fingers touch any letters that they love. And I do believe that it’s good to write down our thoughts.

I think I need to sleep right now. I’m sorry for wasting your time to read this first post on this new blog ✌